Berita

Portal Sumenep: Ada Indikasi Keterlibatan Oknum Penyuluh KUA dalam Pilkada

Sesuai dengan kabar portal sumenep, adanya dugaan keterlibatan oknum penyuluh KUA dalam Pilkada Sumenep bersumber dari rekaman suara dan video. Di dalam...

Written by admincideronline · 1 min read >

Sesuai dengan kabar portal sumenep, adanya dugaan keterlibatan oknum penyuluh KUA dalam Pilkada Sumenep bersumber dari rekaman suara dan video. Di dalam rekaman tersebut, oknum bernama AA menyampaikan kelebihan dari salah satu pasangan calon Bupati dan Wakilnya.

Dugaan Keterlibatan Oknum Penyuluh KUA dalam Pilkada Sumenep

Kasus ini muncul dalam portal sumenep yang meliput aktivitas Pilkada di wilayah Sumenep. Adanya indikasi ini terlihat dalam rekaman berupa suara dan video. Oknum yang dimaksud tersebut sedang menyuarakan mengenai kelebihan dari salah satu pasangan calon.

Terkait dengan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang dimaksud adalah pasangan nomor urut 1. Pasangan nomor urut 1 yang dimaksud adalah Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah. Dugaan tersebut terlihat jelas karena oknum tersebut secara tidak langsung melakukan kampanye.

Larangan Keterlibatan Penyuluh KUA dalam Pilkada Sumenep

Terkait dengan larangan tersebut, untuk beberapa profesi dan pemegang jabatan tertentu dilarang terlibat dalam aktivitas politik. Jabatan yang dimaksud melanggar dan sedang dipermasalahakan adalah penyuluh KUA.

Ada pun beberapa profesi yang tidak boleh ikut campur dalam kegiatan ini adalah ASN dan Pejabat Desa. Dalam hal ini, petugas penyuluh KUA merupakan salah satu jabatan yang tidak diperbolehkan terlibat dalam proses kampanye.

Isi Rekaman Dugaan Kampanye Penyuluh KUA

Sementara itu, isi video yang menjadi awal permasalahan ini memang memberikan pernyataan kelebihan dari salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Di dalam video tersebut AA menjelaskan kelebihan dari pasangan nomor urut 1.

Isi video ini berisi mengenai Achmad Fauzi yang sangat menghormati Kiai. Selain itu, AA juga mengatakan bahwa Dewi Khalifah adalah ketua dari Muslimat NU Sumenep dan dekat dengan Gubernur Jawa Timur. Perkataan tersebut tentu sangat merujuk dengan unsur kampanye.

Dengan adanya bukti tersebut, dugaan adanya keterlibatan AA menjadi lebih kuat. Akan tetapi meski ada dugaan tersebut, belum ada laporan dari pihak masyarakat terkait hal ini. Untuk itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai permasalahan yang satu ini.

Langkah yang Dilakukan Banwaslu

Banwaslu Kabupaten Sumenep sendiri mulai melakukan koordinasi dengan Kantor Kemenag Sumenep mengenai kasus ini. Pihakanya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan penyuluh KUA dalam Pilkada 2020 ini.

Koordinasi yang dilakukan ini bertujuan agar bisa segera menentukan langkah apa yang tepat dilakukan dalam kasus ini. Hal yang akan dibahas tentu terkait larangan pemegang jabatan tertentu terlibat dalam proses kampanye.

Sikap yang Dilakukan Bagi Jabatan yang Dilarang Berkampanye

Salah satu aturan dalam kampanye adalah tidak boleh melibatkan beberapa unsur jabatan dalam proses politik. Salah satu jabatan yang dilarang adalah penyuluh KUA. Untuk itu, pemegang jabatan tersebut tidak diperbolehkan terlibat dalam proses politik praktis.

Permasalahan yang dikahwatirkan dalam hal ini adalah sikap netralitas dalam bekerja nantinya. Selain itu, untuk beberapa jabatan tertentu jika terlibat dalam proses kampanye dapat mengakibatkan pesta demokrasi menjadi tidak imbang.

Demikianlah artikel portal sumenep mengenai dugaan keterlibatan penyuluh KUA dalam pilkada. Semoga artikel ini bisa menjadi sumber informasi yang tepat dan memberikan penjelasan terkait isu di wilayah Sumenep.