Uncategorized

Tuntunan Zakat Fitrah

Written by Ackle · 1 min read >

Zakat fitrah hukumnya kudu atas anak kecil ataupun orang dewasa, seorang wali kudu membayarkan zakat fitrahnya orang-orang yang menjadi tanggungannya baik istri/anak-anaknya, dan disunnahkan membayar zakat sang janin yang belum lahir.

 

-Zakat fitrah adalah berwujud makanan pokok yang tersedia didaerah berikut seperti beras atau tepung, tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah bersama makanan yang bukan merupakan makanan pokok pada daerah tersebut.

 

– Waktu yang paling utama mengeluarkan zakat fitrah adalah pada shalat subuh pada pagi hari raya sampai pas didirikannya shalat idul fitri.

 

– Boleh mempercepat pengeluaran zakat fitrah dua hari atau tiga hari sebelum hari raya idul fitri, dahulu Ibnu Umar radhiyallahu’anhu mengeluarkannyatiga hari sebelum hari raya.

 

-Menunda pengeluaran zakat fitrah sesudah shalat hari raya tidak sah, sebagaimana hukumnya menunda shalat subuh sampai terbit matahari, kecuali kecuali tersedia udzur seperti ia lupa, maka boleh mengeluarkannya sesudah shalat idul fitri.

 

– Yang sunnah adalah mengeluarkan zakat fitrah dalam wujud makanan pokok, bukan duwit sesuai kesepakatan para ulama, tapi mereka cuma tidak serupa pendapat bolehkah mengeluarkannya dalam wujud uang? Sekelompok salaf membolehkannya, tapi yang lebih hati-hati adalah mengeluarkannya dalam wujud makanan.

 

– Zakat fitrah kudu dikeluarkan bersama kadar satu sha’ (antara 2,5 – 3 kg), boleh mengkombinasikan dua jenis makanan pokok dalam satu sha’ untuk satu orang miskin, bersama syarat kadar masing-masing dua jenis makanan pokok berikut banyak dan mampu dikonsumsi oleh si penerima.

 

-Tidak tersedia riwayat dari Nabi atau para sahabat bahwa mereka mengeluarkan zakat fitrah berwujud uang, tapi cuma diriwayatkan dari amalan lebih dari satu tabiin, gara-gara itu boleh mengeluarkan zakat fitrah dalam wujud duwit kecuali memiliki maslahat yang nyata.

 

 

Bolehkan menambahkan zakat fitrah pada pembantu atau pekerja dirumah anda?? Ada dua kondisi:

 

Pertama: Bila dalam akad kerja, kamu yang menanggung makanan sehari-hari mereka, maka kamu tidak boleh menambahkan zakat pada mereka, bahkan –menurut lebih dari satu salaf- kamu direkomendasikan untuk menanggung pengeluaran zakat fitrah mereka.

 

Kedua: bila dalam akad, mereka sendirilah yang menanggung makanan sehari-hari mereka, maka boleh bagi kamu menambahkan zakat fitrah pada mereka.

 

-Setiap anggota keluarga yang memiliki pekerjaan dan mampu, yang lebih utama adalah masing-masing mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri, tapi bila bapak (atau wali) mereka membayarkan zakat fitrah mereka semua maka dibolehkan, dan lebih dari satu salaf termasuk men-sunnah-kan pembayaran zakat fitrahnya pembantu atau pekerja dirumah. (Syaikh Abdul-‘Aziz Al-Tharifi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *