Uncategorized

Memasang Water Meter Dan Membangun Lagun

Written by Ackle · 1 min read >

Guna menanggulangi kekurangan air yang sering terjadi di lokasi Kuta Selatan, Kabupaten Badung, PDAM Tirta Mangutama memiliki rencana membangun lagun daerah penampung air sebelum masuk ke mesin pengolahan air di Tukad Mati dan di Estuari Dam, Suwung, Denpasar Selatan. Wacana ini sejalan tingginya pemakaian air bersih di kawasan Kuta Selatan. Sebaliknya, manfaat memaksimalkan pengontrolan air yang keluar, pihak PDAM juga menempatkan water meter 2 inchi.

Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa mengutarakan berkenaan kendala kekurangan air di kawasan Kuta Selatan, beberapa hari belakangan ini gara-gara tersedia pemasangan water mtr. di daerah memproduksi air baku di Estuari Dam, Suwung. Pemasangan water mtr. itu salah satu upaya dalam mengontrol pemakaian air bersih di kawasan Kuta Selatan.

Sehingga, dengan adanya alat itu, sanggup diketahui air yang muncul berasal dari daerah pengolahan secara detail. “Kalau pada mulanya pemakaian air diketahui melalui kapasitas pompa yang ada. Tapi, dengan adanya WM (water meter) ini, kita sanggup mengontrol dan mengetahui dengan teliti total yang keluar,” katanya.

Pemasangan WM itu sempat terjadi gangguan gara-gara di pipa air dilas. Kemudian, pasokan air distop sementara. Namun, hal itu tidak terjadi lama dan kembali normal. Lebih jauh dirincikannya, dengan adanya alat tersebut akan secara mengetahui mengetahui berkenaan memproduksi dan distribusi, begitupun potensi kehilangan air akibat kebocoran yang ada.

Pasalnya, pengguna air di kawasan Kuta Selatan lumayan tinggi, di mana keperluan air mencapai 700 liter perdetik. “Karena tingginya keperluan air warga, kedepan kita menghendaki agar seluruh pelanggan sanggup punyai tandon air, agar tersedia stok penampungnya.

Selain itu, idealnya tiap tiap 50 KK wajib membawa reservoar, agar jangan sampai disaat pompa mati itu akan menjadi kendala. Hal itu sejalan dengan makin lama seringnya suplai listrik mengalami gangguan hidup dan mati,” urainya

Disisi lain, PDAM juga punyai wacana dalam menanggulangi masalah air bersih itu dengan membangun lagun. Lagun ini nantinya bermanfaat untuk menyerap sedimentasi dan sampah yang mempengaruhi pengolahan air bersih. Air keruh dan banyak lumpur dan juga pasir selama ini masuk langsung ke mesin yang sebabkan adanya penurunan energi olah.

Sehingga, dengan adanya lagun ini kedepannya sanggup menjadi salah satu solusi untuk menghimpit rusaknya alat yang telah pasti berimbas terhadap pasokan air bersih. “Selama ini kan air yang di Estuari Dam itu langsung masuk ke pengolaan.

Sehingga seutuhnya langsung masuk ke mesin, terasa berasal dari lumpur, sampah maupun pasir. Hal ini yang sebabkan mesin cepat haus. Nah, dengan adanya lagun ini, diinginkan sanggup menjadi daerah penyaringan awal untuk mengendap hal tadi,”katanya.

Sementara Direktur Umum PDAM Tirta Mangutama, Ida Ayu Eka Dewi Wijaya menerangkan untuk lahan lagun sesungguhnya tersedia di sebelah barat IPA Estuari Suwung. Lahan tersebut lumayan luas, tapi belum sanggup dipergunakan.

Ia juga mengaku telah memiliki rencana lakukan kajian berkenaan lagun tersebut. Untuk pengerjaannya nanti, itu sanggup digarap melalui dana APBD atau PDAM. Apalagi berasal dari DPRD Badung sempat lakukan sidak dan ingin adanya tambahan pengolahan.

Tentunya kecuali tersedia lagun, hal itu sanggup mempercepat pengolahan dan pengiriman air nantinya ke masyarakat. “Ketersediaan air baku otomatis terjamin gara-gara adanya lagun. Kita masih lihat anggaran berkenaan investasi, kecuali sanggup pasti akan cepat gara-gara telah dirancang FS berasal dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *