Uncategorized

Pengolahan Kopi Secara Kering

Written by Ackles · 1 min read >

yok simak pengolahan kopi secara kering..Kopi melalui perjalanan panjang hingga tersaji di depan dengan aroma sedap untuk Coffindo Lovers nikmati. Ia melalui berbagai proses pembibitan, pemeliharaan yang rumit dan dipanen untuk dijadikan biji kopi.

Buah kopi yang dipanen tidak akan langsung masuk ke dalam proses sangrai atau roasting, melainkan ia harus melalui proses pembersihan dari kotoran dan pemilahan yang tak bisa dikatakan sebentar. Untuk menjalani proses tersebut dibutuhkan waktu berminggu-minggu.

Sebelum disangrai, buah kopi harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu, di mana pengolahan ini terbagi atas dua yaitu pengolahan dengan proses basah dan pengolahan dengan proses kopi. Kami akan membahas pengolahan biji kopi dengan proses kering yang sering digunakan untuk memproses buah kopi jenis Robusta – pengolahan dengan proses basah untuk buah kopi jenis arabika.

Di bawah inilah penjelasan proses pengolahan biji kopi dengan proses kering.

BACA: proses pembuatan kopi dari petani sampai secangkir kopi

INI LAH PENGOLAHAN KOPI SECARA KERING

a. Pemilahan Pengolahan Kopi SECARA kERING

pengolahan kopi secara kering

Baik pengolahan basah maupun kering, hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pemilahan atau sortasi antara buah kopi superior (buah kopi berwarna merah cemerlang) dan buah kopi inferior (buah kopi berwarna kuning atau hijau) agar kualitasnya dapat dibedakan.

b. Proses pengeringan

Buah yang sudah dipilah harus dijemur di atas lantai penjemuran secara merata. Tebal buah kopi ketika penjemuran tak boleh lebih dari 4 cm karena akan menyulitkan dalam proses pengeringan. Pembalikan biji kopi dilakukan minimal 2 kali dalam sehari. Penjemuran ini mengandalkan panas matahari, jika cuaca sedang kemarau maka proses penjemuran bisa mencapai 2 minggu dengan kandungan air sebanyak 15 persen. Namun bila musim penghujan, penjemuran akan memakan waktu lebih lama lagi.

c. Pengupasan kulit buah

Setelah melalui proses pengeringan, buah kopi siap untuk dikupas kulitnya. Proses pengupasan ini bisa dilakukan dengan cara ditumbuk atau menggunakan mesin huller. Namun, kekurangan dengan cara ditumbuk yaitu resiko biji pecah dan rusak sangat tinggi. Menggunakan mesin huller resiko tersebut bisa diminimalisir bahkan lebih rendah lagi. Pengupasan di sini langsung hingga ke kulit tanduk, berbeda dengan pengolahan biji kopi dengan proses basah yang masih menyisakan kulit tanduk untuk dijemur kembali.

d. pemilahan kembali dan pengeringan lanjutan

Biji kopi yang sudah dikupas kulitnya, harus dipilah lagi antara yang pecah dan tidak juga kotoran lainnya. Dalam proses ini biasanya jarang sekali kandungan air pencaia 12 persen, yaitu kandungan air di mana biji kopi dalam keadaan stabil dan tidak mudah pecah.
Bila belum mencapai 12 persen maka harus dilakukan pengeringan lanjutan dengan cara dijemur kembali di bawha matahari atau menggunakan mesin pengering. Bila kadar air lebih dari 2 persen maka biji kopi akan mudah berjamur, namun bila kurang dari nilai itu maka biji kopi akan mudah menyerap air dari udara dan mengganggu kualitas dari rasa juga aromanya.

e. Pengemasan dan penyimpanan

Biji kopi yang mengandung kadar air 12 persen sudah bisa dikemas dan disimpan untuk kemudian didistribusikan. Simpan biji kopi dengan karung bersih dan jauh dari bau-bau menyengat. Untuk penyimpanan dalam waktu yang lama maka karung harus diletak di atas palet kayu setebal 10 cm. kelembaban ruang penyimpanan juga patut diperhatikan, sesuaikan kelembabannya menjadi 70 persen. Pengolahan biji kopi dengan proses kering belum memasuki proses sangrai jadi harus benar-benar dijaga kualitasnya.
Lama penyimpanan biji kopi juga patut diperhatikan. Biji kopi yang belum disangrai tidak boleh disimpan selama lebih dari dua bulan. Bahkan untuk mencapai waktu dua bulan kualitasnya sudah megnalami penurunan.

Resep Ayam Untuk Mie Ayam Lezat

Ackles in Uncategorized
  ·   3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.