kesehatan

Bagaimana Bpom Mengukur Jajanan Anak Sekolah Yang Layak Dimakan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palangka Raya, Kamis (12/3/2020), melakukan kegiatan pemeriksaan berupa Pengawasan Makanan Jajan Anak Sekolah (PJAS). Pemeriksaan...

Written by Ackles · 1 min read >

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palangka Raya, Kamis (12/3/2020), melakukan kegiatan pemeriksaan berupa Pengawasan Makanan Jajan Anak Sekolah (PJAS). Pemeriksaan dilakukan terhadap banyak jajanan yang dijual kepada anak-anak di lingkungan sekolah.

“Beberapa sekolah di Desa Menteng menjadi sasaran pemeriksaan BPOM. Diantaranya SDN 6 Menteng, SDN 7 Menteng, SDN 8 Menteng dan SDN 9 Menteng,” kata Presiden BPOM Palangka Raya, Trikoranti Mustikawati saat dikonfirmasi.

Dikatakannya, pemeriksaan berupa pemeriksaan dan pemantauan makanan yang beredar di kantin sekolah dan di sekitar lingkungan sekolah merupakan agenda rutin yang dilakukan BPOM di Palangka Raya.

Kami telah melakukan inspeksi rutin dan kegiatan sosialisasi tahun ini. Seperti memasang mobil lab di sekitar BPOM.

Melalui kegiatan pemeriksaan tersebut, lanjut Trikoranti, makanan yang dikonsumsi mahasiswa dapat terbebas dari cemaran bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B dan yellow methanol.

Ia menambahkan, selama ini tim kerja yang turun ke lapangan sudah ditugaskan untuk mengumpulkan sejumlah sampel makanan yang dijual pedagang. Baik dari kantin di lingkungan sekolah maupun dari pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar sekolah.

Sampel yang dikumpulkan bisa mulai dari sampel makanan ringan, makanan ringan dan minuman. Apalagi anak sekolah sering mencicipi makanan dan minuman (Mamen).

“Kami bersyukur, karena sampel makanan yang diperiksa beberapa waktu lalu dan sampai hari ini tidak ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya,” katanya.

Direktur Pengawasan Kosmetika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Arus Tiyono saat ini sedang menyiapkan aplikasi “Cek BPOM” sebagai solusi untuk mendeteksi kosmetik ilegal.

“Aplikasi ini dibuat agar masyarakat dengan mudah mengetahui produk ilegal atau berbahaya,” kata Arus tiyono, Direktur Pengawasan Kosmetika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia saat diwawancarai usai Kampanye Pintar Kosmetik untuk Milenial. , di Hotel Bumi Lt.2, pada hari Sabtu 16 Desember 2018.

Cek Data BPOM menunjukkan, hingga Oktober 2018, ditemukan 120 miliar kosmetik ilegal, sebagian besar di Banten dengan 50 persen, kedua di Jakarta, kemudian Lampung.

“Semua temuan ini hanya ilegal, dan kami masih memeriksa bahan untuk zat berbahaya,” kata Arosteono. Arosteono mengungkapkan, temuan tahun ini merupakan penemuan terbesar dalam sejarah.

Oleh karena itu, aplikasi ini dapat digunakan untuk memeriksa legalitas semua produk seperti kosmetik, obat tradisional, obat-obatan dan makanan. Jika nomor digital tidak tercatat dalam pemindaian BPOM, produk tersebut ilegal.

Penting untuk dicatat bahwa nomor Izin Edar BPOM mencakup kosmetik 11 digit, obat tradisional 9 digit, makanan 12 digit, dan obat 15 digit.

Selain itu, dengan adanya aplikasi ini diharapkan masyarakat lebih cermat dan teliti dalam memilih produk yang akan digunakan. Disarankan untuk tidak mudah terjebak dalam iklan atau endorsement produk ilegal.

Ditambahkannya, “Selain membuat aplikasi, kami juga mensosialisasikan kepada artis, blogger, youtuber dan klinik untuk melihat produk mana yang akan dipromosikan dan dijual. Agar nantinya masyarakat tidak salah memilih produk yang akan digunakan.”

BPOM berharap tidak ada kosmetik yang beredar di pasaran mengandung caseogenic mercury, karena kandungan tersebut dapat menyebabkan kanker.

Selain itu, Presiden BPOM Surabaya I Made Bagus Gerametta mengatakan akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para milenial tentang cara memilih kosmetik yang baik. Menurutnya, kemudahan akses komunikasi memberikan peluang lebih besar bagi konsumen untuk menerima produk ilegal.

“Produk ilegal akan kami publikasikan di website kami. Pada 18 Desember 2018, produk ilegal tersebut akan dihapuskan di Surabaya,” kata Maid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.