Bisnis, Jasa

Tekanan Profesi Sebagai Penerjemah

Written by Ackles · 1 min read >

jasa penerjemah tersumpahMungkin profesi sebagai Penerjemah lepas dewasa ini belum sepopuler dengan profesi-profesi lain. Masih sedikit yang menggeluti Penerjemah sebagai pekerjaan utama, sebagian dari mereka hanya menempatkannya sebagai pekerjaan sampingan untuk mendapatkan nilai tambah. Bahkan ada juga yang menjadikannya untuk mengisi waktu luang saja. Hal demikian maklum karena belum ada kepastian mengenai pendapatan pasti jika menjadi seorang Penerjemah.

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi cerita mengenai dunia terjemahan, khususnya menjadi seorang Penerjemah. Sudah hampir 4 tahun menjadi Penerjemah pada perusahaan Jasa Penerjemah Tersumpah yang ada di Jakarta, saya rasa ini cukup untuk membagikan pengalaman terkait dengan menjadi Penerjemah.

Pertama saya ingin memberikan gambaran tentang tuntutan ketika menjadi seorang Penerjemah. Mungkin pada semua aspek pekerjaan mempunyai tuntutan yang hampir sama, yaitu menyelesaikan sutau job desk. Namun apakah anda mengtahui bahwa dalam dunia terjemahan seorang Penerjemah harus bekerja lebih cepat. Dalam hal tersebut, Penerjemah dituntut untuk menerjemahkan suatu dokumen dengan waktu yang sudah ditentukan oleh penyedia jasa. Tentunya biro penyedia jasa akan memberikan waktu dengan tenggang waktu yang sangat singkat.

Bukan hanya itu, selain kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan, hasil terjemahan juga mengharuskan memenuhi unsur dasar terjemahan. Dalam arti lain, terjemahan harus seakurat mungkin mengenai makna terjemahan dari bahasa sumber.

Tuntukan Profesi Sebagai Penerjemah

seorang Penerjemah akan mendapatkan dua tuntutan utama: kerja cepat dan akurat, dan itu merupakan sebuah kepastian. Untuk dapat bekerja dengan cepat serta mendapatkan hasil yang akurat tentunya tidak mudah, untuk memperoleh keahlian tersebut penerjemah harus mempunyai jam terbang dan terlatih sebelumhya.

Hampir sebagian dari Penerjemah yang meutuskan untuk berhenti ataupun alih profesi dari Penerjemah adalah mengenai tuntutan tersbut. Karena tidak semua orang mampu beradaptsai dengan dunia terjemahan yang penuh dengan tekanan.

Selain itu, menjadi Penerjemah lepas merupakan suatu pekerjaan yang amat membosankan bagi yang belum menikmatinya sebagai profesi. Hal demikian terjadi karena pekerjaan hanya akan berfokus pada satu titik : menerjemahkan naskah dari bahasa sumber kedalam bahasa sasaran.

Setiap hari Penerjemah hanya duduk pada meja kerja, bergelut dengan dokumen terjemahan. Memulai dengan membaca lalu menulisnya kembali kedalam bahasa sasaran. Suatu kegiatan yang membosankan ketika melakukan kegiatan tersebut setiap hari hingga bertahun-tahun.

Namun demikian, bukan tidak ada hal positif atau sesuatu yang menyenangkan menjadi seorang Penerjemah. Perlu kita ketahui bersama, mesikpun profesi Penerjemah belum mempunyai pendapatan pasti akan tetapi hasil yang didapat ketika bekerja dengan sungguh-sungguh pada biro jasa penerjemah akan mendaptkan hasil yang maksimal juga. Bahkan pendapatan tersebut mampu melewati batas upah minimum daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *