Bisnis

Apa itu Trading Company: Penjelasan dan Jenis Trading Company

Apa itu Trading Company – Secara tidak langsung, kita tidak terlepas dari transaksi jual beli setiap hari untuk mendapatkan barang atau jasa....

Written by Ackles · 2 min read >
Apa itu Trading Company

Apa itu Trading Company – Secara tidak langsung, kita tidak terlepas dari transaksi jual beli setiap hari untuk mendapatkan barang atau jasa. Ada 2 jenis perusahaan pada industri, yaitu perusahaan perdagangan & perusahaan non perdagangan. Perusahaan dagang sendiri sering disebut perusahaan dagang. Pada artikel ini, kita akan membahas perusahaan perdagangan, tetapi bukan perdagangan saham seperti yang kita kenal. Mari kita cari tahu apa itu perusahaan dagang, ciri-cirinya, jenis dan fungsinya !

Apa Itu Perusahaan Trading ?

Apa itu Trading Company

Perusahaan dagang atau trading company adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk dan barang. Suatu perusahaan juga juga memiliki website Company Profile untuk memamerkan dagangannya. Subyek penjualan dapat ditujukan kepada konsumen, perusahaan dan negara. Mekanisme operasi perusahaan perdagangan adalah membeli produk, menyimpan inventaris, dan mengirimkannya ke konsumen tanpa menambahkan nilai pada produk mereka.

Jadi dari mana datangnya keuntungan perusahaan bisnis tanpa nilai tambah? Keuntungan terdiri dari selisih antara harga jual dan harga beli barang yang bersangkutan. Mekanisme pelaksanaannya sangat sederhana dibandingkan dengan jenis perusahaan lain.

Perusahaan dagang sangat erat kaitannya dengan sistem ekspor dan impor. Perusahaan di sektor tersebut kemudian membeli produk dari satu negara kemudian menjualnya kembali ke negara lain yang telah memiliki jaringan distribusi.

Sebagian besar perusahaan di industri ini menjual produk dalam jumlah besar mulai dari bahan baku, bahan kimia, obat generik dan masih banyak lagi. Meski mekanismenya sederhana, perusahaan dagang harus menjalankan beberapa fungsi. Beberapa kegiatan usaha perusahaan tercantum di bawah ini :

  • Mengidentifikasi pemasok dari berbagai negara untuk menyediakan jumlah produk yang cukup dengan harga bersaing.
  • Negosiasi tentang kondisi penjualan dan pengiriman produk.
  • Pembiayaan dan jaminan pembayaran untuk pemasok eksportir.
  • Manajemen logistik dan transportasi.
  • Manajemen pabean dan hambatan perdagangan internasional. Distribusi dan penjualan produk melalui jaringan ritelnya.

Jenis Trading Company

Perusahaan dagang dapat dibedakan menurut barang yang dijual dan jenis konsumennya. Untuk membantu Anda mengetahui perbedaannya, berikut penjelasannya :

1. Berdasarkan Barang Dagang

Perusahaan perdagangan untuk bahan baku produksi

Jenis perusahaan ini menjual bahan baku yang masih perlu diproses oleh pembeli sebelum konsumen dapat menggunakan produk tersebut. Bahan baku diproses menggunakan alat dan teknik khusus untuk membuat produk lain. Biasanya perusahaan dagang jenis ini memiliki target pasar berupa industri yang membutuhkan bahan baku, seperti pabrik, atau bisa juga business to business (B2B). Komoditas tersebut misalnya kayu yang digunakan untuk membuat mebel dan benang yang digunakan sebagai bahan atau kebutuhan fesyen lainnya.

Perusahaan perdagangan untuk produk jadi

Ketika jenis usaha ini, sebelum jual beli bahan mentah, menjual barang dalam bentuk produk jadi untuk digunakan konsumen. Contohnya adalah barang yang dijual yaitu fast food, produk elektronik, perlengkapan rumah tangga, pakaian dan masih banyak lainnya. Jenis bisnisnya juga lebih banyak business to consumer (B2C), yaitu. penjualan langsung ke konsumen. Tapi bisa juga untuk perusahaan lain atau B2B.

Baca Juga : Apa itu Aplikasi Native

2. Berdasarkan Jenis Konsumen

Apa itu Trading Company

grosir

Pedagang grosir adalah jenis usaha yang membeli barang dalam jumlah besar langsung dari pabrik. Produk yang mereka beli juga dijual secara grosir. Pedagang grosir memiliki gudang yang cukup besar untuk menyimpan persediaan dalam jumlah besar. Misalnya pembeli grosir mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan jika harus membeli di toko retail. Anda dapat menjual kembali barang ke broker yang membutuhkan inventaris produk dalam jumlah besar untuk dijual. Dengan cara ini Anda bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan menjual karena Anda mendapatkan harga beli yang rendah.

perantara

Perantara adalah pihak yang bertindak sebagai perantara antara grosir dan pengecer (reseller). Pedagang perantara membeli barang dalam jumlah besar dan kemudian menjualnya ke pengecer dalam skala yang lebih kecil. Perantara ini tidak menjual produknya langsung ke konsumen.

pedagang (pedagang)

Dan terakhir, ada retailer dan pengecer yang bisnis utamanya adalah menjual produk dalam jumlah eceran dan satuan langsung ke konsumen akhir. Contoh retailer yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti toko kelontong, swalayan, swalayan, dll.

 

Perusahaan dagang atau perusahaan dagang memiliki fungsi untuk membeli dan menjual produk, membayar pengeluaran dan menerima uang, serta menyimpan dan mengelola persediaan. Berdasarkan barang yang dijual, terdapat perusahaan dagang yang menjual bahan baku dan produk jadi yang siap untuk konsumen. Tergantung pada jenis konsumennya, ada pedagang grosir, perantara, dan pengecer.

Bagi perusahaan dagang dengan stok ratusan bahkan ribuan barang, tentu kewalahan ketika pencatatan pembelian, penjualan dan persediaan masih dilakukan secara manual. Belum lagi jika menemukan kesalahan perhitungan bahkan merugi.

Bagi kamu yang memerlukan infomasi dan berita mengenai informasi peluang usaha rumahan bisa mengunjungi Prinsipbisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *