Dunia ternak

7 Penyebab Kegagalan Ternak Kroto Rangrang

Sebab-sebab  7 kegagalan ternak kroto semut rangrang yaitu sebagai berikut : Jarak antara rak dan lantai Jarak antara rak dan lantai sangat...

Written by admincideronline · 1 min read >
kegagalan ternak kroto

Sebab-sebab  7 kegagalan ternak kroto semut rangrang yaitu sebagai berikut :

  1. Jarak antara rak dan lantai

Jarak antara rak dan lantai sangat berpengaruh karena jika jarak rak dan lantai terlalu rendah maka semut akan bergelantungan dan kabur kami pernah mengalami, meja bekas meja tv yang jaraknya dari lantai itu tidak terlalu tinggi jadi keesokan harinya semut-semut sudah tidak ada kabur dengan cara seperti itu bergelantungan dari rak menuju lantai jadi sebaiknya jarak antara rak dan lantai itu tinggi minimal 50 cm karena dengan jarak yang tinggi semut tidak akan mudah kabur.

  1. Jarak kaki rak dan tepian

Jarak kaki rak dan tepian yang terlalu dekat hal ini membuat semut bisa kabur yaitu dengan cara membuat jembatan,  mereka bisa membuat jembatan,karena saya sempat melihat semut itu bergerombol dan Kemudian membuat jembatan , jarak kaki rak dan tepian minimal Antara 10 cm karena dengan semut tidak akan mudah kabur dengan cara membuat jembatan,  jadi semakin jauh jarak kaki meja dengan tepian akan semakin bagus.

  1. Predator

Predator yang pernah kami temui disini adalah cicak,  jadi ternyata cicak-cicak itu memangsa semut rangrang satu persatu sehingga jumblahnya semakin berkurang,  karena sudah kami amati beberapa hari semakin hari semut rangrang semakin berkurang,  penyebabnya adalah cicaklah yang memangsa semut Rangrang,  untuk peternak pemuka cicak jadi yang sangat menakutkan karena semut yang dimilki masih sangat sedikit berbeda dengan peternak semut rangrang yang jumblahnya sudah cukup banyak kemungkinan besar cicak tidak akan berani masuk kesitu.

Baca juga : budidaya penghasil kroto, 3 faktor penentu yang harus diketahui pemula

  1. Perang dunia semut

Perang dunia semut ini terjadi ketika kami ingin memasukan koloni baru atau semut baru dari alam  yang ingin kami gabungkan dalam satu rak dan ternyata mereka perang dan itu sangat tidak bagus hasilnya sebagian banyak yang mati. Saya pernah mencoba dengan cara menyemprotkan dengan airbputih kemudian kami gabungkan tapi hasilnya tetap sama mereka masih perang dan tidak sampai situ selanjutnya kami mencoba semut tersebut dengan rak yang berbeda namun raknya itu kami dekatkan maksudnya adalah agar semut tersebut bisa saling dekatan Dan mengenal dulu,  Jadi setelah itu semut kami masukan kedalam satu rak dan tidak akan perang lagi tetapi ternyata setelah satu minggu kami dekatkan dan kami gabungkan ternyata hasilnya masih sama perang dan berkelahi.

  1. Lobang pintu kecil

Lobang pintu kecil maksudnga adalah lobang toples tempat masuk keluarnya semut itu terlaku kecil aealnya kita membuat lobang pintu kecil tersebut supaya ratu semut tidak keluar dari dalam toples tapi ternyata,  ratu Semut tersebut dipaksa keluar Oleh para pekerjanya ditarik-tarik akhirnya mati.

  1. Rak kecil

Rak kecil atau diameternya kecil yang pernah kami gunakan adalah rak meja belajar jadi ukuran raknya hanya sekitar 50×50 cm jadi sangat kecil sekali dan ternyata itu tidak bagus semut yang baru kita dapatkan dari alam dan ditempatkan didalam rak yang kecil tersebut mereka cendrung untuk kabur jadi mereka terjun dari rak tersebut atau tidak sengaja terjatuh karena baru berjalan sedikit terjatuh diakibatkan,  karena rak yang kecil,  jadi banyak semut-semut yang terjatih akibat rak yang kecil.

  1. Putus asa lalai

Jika kita sudah berternak sudah lama dan hasilnya begitu-begitu saja dan lama kelamaan putus asa lalai dan tidaj lagi mengurus semut -semut tersebut akhirnya mereka semua kabur dan sebagaian ada yang mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *