Wisata

Berkenalan Dengan Masjid Agung Al Azhar Jakarta

Written by Beend · 1 min read >

Masjid Agung Al-Azhar adalah masjid pertama di Jakarta. Masjid ini didirikan pada tahun 1958 dengan nama Masjid Agung Kebayoran. Pada saat itu, daerah Jakarta belum dipimpin seorang gubernur namun dipimpin oleh seorang walikota. Berganti nama menjadi Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, dibuat setelah Rektor Universitas Al Azhar, Dr. Mahmoud Syaltout datang karena diundang untuk memberikan kuliah umum di masjid.

Masjid Agung Al Azhar

Disebutkan karena terpesaona dan terkejut dengan ukuran masjid di negara di mana negara Indonesia yang baru saja merdeka, Saltut memberi nama Masjid Agung di Kebayoran Baru dengan nama Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Imam pertama kali di masjid ini adalah Profesor DR. Haji Muhammad Abdul Karim, lebih dikenal sebagai Hamka.

Masjid Agung Al-Azhar dibuat tepat di tengah-tengah tanah dengan luas 43.755 meter2 dan menjadi fokus kompleks pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Al-Azhar. Universitas gedung kampus Al Azhar Indonesia berada di sisi selatan dari Masjidil Haram, sementara sisi utara dari taman kanak-kanak membangun berdiri di sekolah Al-Azhar. Ada dua pintu akses kompleks baik memimpin langsung ke masjid, pintu gerbang barat yang menghadap Jalan Sisingamangaraja dan Gerbang Timur menghadap jalan Raden Patah.

Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-Azhar dibangun dua lantai, ruang doa adalah di lantai dua sedangkan lantai dasar digunakan untuk ruang serbaguna sering digunakan untuk resepsi pernikahan. Lantai dasar ada juga manajer kantor, toilet dan fasilitas lainnya. Untuk pergi ke ruang doa, ia berbaris tangga lebar ke utara, selatan dan timur masjid. Tangga di sisi timur Jemaah yang dirancang khusus untuk wanita.

Bangunan masjid bentuk sederhana, tapi bukannya kesederhanaan, itu tampak kemuliaan. Di atap hanya kubah kubah bawang besar tanpa pendamping. Sycamore berdenah menara bulat menjulang di atap sisi timur laut atau atap yang tepat dari Timur. Sementara menara pendek terletak di sisi tenggara dari bagian atap atau atap kiri dari Timur.

Bagian luar masjid didominasi oleh warna putih, interior baru, kita akan menemukan warna yang sesuai dengan warna solid alami. Masukkan masjid setelah berlalunya garis tangga cukup tinggi, kita akan disuguhi ruang utama lega dengan karpet hijau bermotif merah. Logo YPI Al-Azhar akan menjadi fokus dari karpet ini masjid tepat di bawah kubah. Melihat ke atas, kita akan menemukan lukisan dan kaligrafi berjajar jendela jendela kecil di sekitar bagian bawah kubah, sumber cahaya alami di masjid-masjid.

Masjid ini dibuat dengan jendela besar seperti sekitarnya dinding, jendela kaca jendela kaca patri dihiasi dengan motif floral. Suasana di ruangan terasa masjid dingin pada saat Jakarta begitu panas dan hiruk pikuk, eterdapat jam masjid digital sholat yang menambah mewah masjid ini, dan lokasi di tengah-tengah kompleks yang cukup lebar jauh dari jalan raya, membuat masjid adalah tempat yang nyaman untuk doa dan waktu ngadem.

Terdapat empat pilar besar mendukung struktur atap di ruang doa, berdiri simetris di empat penjuru di bawah kubah. Sementara di daerah doa perempuan, ada lebih kutub peternak dengan bentuk mirip. ruang doa Jemaah bagi perempuan ditempatkan di belakang ditutup dengan skor tinggi dada orang dewasa, perempuan Jemaah yang dikonversi ke timur dengan tangga langsung ke daerah doa Jemaah